Jakarta – Pemanfaatan teknologi desalinasi berbasis tenaga surya dinilai menjadi salah satu solusi strategis untuk mempercepat pemerataan akses air bersih di Indonesia, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, pulau-pulau kecil, dan kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Kebutuhan akan inovasi penyediaan air bersih semakin mendesak seiring masih terbatasnya akses masyarakat terhadap air minum aman. Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum (PU), sekitar 28 juta penduduk Indonesia masih mengalami kesulitan memperoleh layanan air bersih yang layak. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau yang memiliki karakteristik geografis sangat beragam.
Pemerintah sendiri terus mendorong percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 6, yaitu menjamin ketersediaan dan pengelolaan air bersih serta sanitasi yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Bappenas juga menjadikan akses terhadap air minum aman sebagai salah satu indikator utama pembangunan nasional.
Menjawab tantangan tersebut, hadir teknologi Solar Water Filtration System, sistem pengolahan air yang memanfaatkan energi matahari untuk mengubah air laut, air payau maupun air tawar menjadi air bersih dengan meminimalkan ketergantungan terhadap pasokan listrik konvensional.
Teknologi ini dirancang untuk mendukung operasi 100 persen berbasis tenaga surya tanpa baterai (battery-free off-grid), dilengkapi sistem hybrid yang memungkinkan penggunaan sumber listrik pendukung ketika dibutuhkan. Selain itu, sistem menggunakan teknologi Maximum Power Point Tracking (MPPT) guna mengoptimalkan pemanfaatan energi surya, memiliki fitur Clean-In-Place (CIP) otomatis untuk menjaga performa membran, serta didukung sistem online monitoring sehingga pengoperasian di daerah terpencil dapat dipantau secara real time.
Pengamat infrastruktur air menilai teknologi seperti ini sangat relevan diterapkan di berbagai wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan sumber air tawar, seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kepulauan Riau, pesisir Jawa Timur, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua. Wilayah-wilayah tersebut memiliki potensi energi surya yang tinggi, namun menghadapi tantangan intrusi air laut, kekeringan musiman, maupun tingginya biaya distribusi air bersih.
Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, sistem desalinasi tenaga surya juga berpotensi mendukung layanan dasar masyarakat, mulai dari puskesmas, sekolah, pesantren, kawasan wisata, sentra perikanan, hingga lokasi tanggap darurat bencana yang membutuhkan penyediaan air bersih secara cepat.
Pemanfaatan energi surya untuk penyediaan air bersih dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong transisi energi menuju Net Zero Emission 2060, sekaligus mendukung pengembangan energi baru terbarukan (EBT), ketahanan iklim, serta pemerataan pembangunan infrastruktur dasar di seluruh Indonesia.
Ke depan, implementasi teknologi ini diharapkan dapat dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, sektor swasta, perguruan tinggi, organisasi kemanusiaan, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Sinergi tersebut diyakini mampu mempercepat penyediaan akses air bersih yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan layanan air minum.
Dengan memanfaatkan potensi energi matahari yang melimpah sepanjang tahun, teknologi desalinasi tenaga surya dipandang tidak hanya menjadi solusi teknis penyediaan air bersih, tetapi juga investasi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan air nasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan Indonesia.
Referensi :
- Kementerian Pekerjaan Umum – Data akses air minum dan target penyediaan air bersih.
- Badan Pusat Statistik (BPS) – Indikator SDGs Indonesia Tujuan 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak).
- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) – Potensi energi surya nasional dan pengembangan EBT.
- Brosur spesifikasi Solar Water Filtration System yang memuat fitur, kapasitas produksi, dan teknologi yang digunakan.
Penulis : Mustakim