Kemendesa–Agrinas Perkuat Peran BUMDes Dan Ekonomi Desa

 

Penasehat Menteri Desa Prof. Dr. Zainuddin Maliki bersama tim Kemendesa melakukan pertemuan dengan jajaran PT Agrinas Palma Nusantara (APN)

Autor : Mustakim - Perencana Ahli Madya
Jakarta – Pemerintah terus mendorong penguatan ekonomi desa melalui peningkatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pengelolaan komoditas strategis nasional. Salah satu upaya tersebut dilakukan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT) melalui penjajakan kerja sama dengan PT Agrinas Palma Nusantara (APN) guna membuka peluang yang lebih luas bagi BUMDes untuk terlibat dalam industri sawit nasional.

Langkah strategis tersebut dibahas dalam pertemuan antara Penasehat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Prof. Dr. Zainuddin Maliki, bersama jajaran Kemendesa PDT dengan manajemen PT Agrinas Palma Nusantara di Jakarta, Rabu (3/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang produktif dan berkelanjutan.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak mendiskusikan berbagai peluang kolaborasi yang memungkinkan BUMDes mengambil peran lebih besar dalam rantai nilai industri sawit. Ruang kerja sama yang dibahas meliputi pengelolaan usaha produktif, penyediaan jasa pendukung perkebunan, penguatan kelembagaan ekonomi desa, hingga pengembangan hilirisasi produk berbasis sawit yang mampu meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat.

PT Agrinas Palma Nusantara saat ini mengemban mandat negara untuk mengelola jutaan hektare lahan perkebunan sawit. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi peluang besar bagi desa untuk meningkatkan aktivitas ekonomi, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.

Prof. Zainuddin Maliki menjelaskan bahwa keterlibatan BUMDes dalam sektor sawit sebenarnya telah berlangsung cukup lama. Saat ini terdapat ribuan BUMDes yang memiliki unit usaha di bidang perkebunan sawit maupun sektor pendukung lainnya. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kontribusi desa dalam pengembangan industri strategis nasional.

“Keberadaan ribuan BUMDes di sektor sawit menunjukkan bahwa desa memiliki kapasitas, pengalaman, dan sumber daya yang dapat terus dikembangkan melalui kemitraan yang saling menguntungkan,” ujar Zainuddin.

Menurutnya, penguatan BUMDes merupakan bagian dari agenda besar Kemendesa PDT untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perdesaan. Melalui revitalisasi kelembagaan, peningkatan kapasitas usaha, dan penguatan tata kelola, BUMDes diharapkan mampu menjadi penggerak utama ekonomi desa yang profesional dan berdaya saing.

Ia juga menyoroti keberhasilan sejumlah BUMDes yang telah mampu mengembangkan produk unggulan hingga menembus pasar internasional. Capaian tersebut membuktikan bahwa desa memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pelaku ekonomi yang kompetitif di tingkat nasional maupun global.

Kemendesa PDT memandang kemitraan dengan PT Agrinas Palma Nusantara sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem usaha desa sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap investasi, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia. Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan nilai tambah komoditas unggulan desa.

Selain memperkuat sektor usaha desa, kerja sama ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi desa secara menyeluruh. Sinergi antara pemerintah, BUMDes, dan sektor usaha nasional diyakini akan menjadi faktor penting dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kemendesa PDT optimistis bahwa penguatan kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk PT Agrinas Palma Nusantara, akan mempercepat terwujudnya desa yang maju, mandiri, dan sejahtera. Desa yang kuat secara ekonomi diyakini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

0/Post a Comment/Comments