Mendes Gandeng UIN Percepat Desa Ekspor

 

Autor : Mustakim - Perencana Ahli Madya

Jakarta – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai bagian dari strategi percepatan pembangunan desa. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten untuk berperan aktif dalam pengembangan desa tematik, desa ekspor, dan penguatan kewirausahaan desa di Provinsi Banten.

Ajakan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Muhammad Ishom beserta jajaran di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Menurut Mendes Yandri, pembangunan desa tidak dapat dilakukan secara parsial oleh pemerintah semata. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, untuk menghadirkan inovasi, pendampingan, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia desa.

Dengan jumlah mencapai sekitar 1.240 desa yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Banten, tantangan pembangunan desa memerlukan pendekatan yang terukur dan berbasis potensi lokal. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam mempercepat transformasi desa menuju kemandirian ekonomi.

“Karakteristik setiap desa berbeda-beda. Karena itu dibutuhkan pendampingan yang intensif dan berkelanjutan. Perguruan tinggi memiliki sumber daya yang sangat besar melalui mahasiswa, dosen, dan alumninya untuk ikut membangun desa,” ujar Mendes Yandri.

Ia menilai keberadaan ribuan mahasiswa dan alumni UIN SMH Banten dapat menjadi kekuatan strategis dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan desa. Melalui program pemberdayaan yang terintegrasi dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan akademik, tetapi juga berkontribusi langsung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Desa Sebagai Basis Pertumbuhan Ekonomi Baru

Mendes Yandri menegaskan bahwa desa saat ini memiliki potensi ekonomi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi pusat produksi berbagai komoditas unggulan yang berorientasi pasar nasional maupun internasional.

Program-program seperti desa wisata, desa tematik, desa ekspor, pengembangan produk unggulan desa, hingga hilirisasi komoditas pertanian dinilai mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, Kemendes PDT saat ini telah membuka akses pasar ke puluhan negara yang membutuhkan berbagai produk unggulan desa Indonesia, mulai dari tanaman herbal, rempah-rempah, hingga hasil pertanian bernilai ekspor.

Salah satu contoh yang disampaikan adalah pengembangan komoditas sereh wangi. Mendes Yandri menilai pendekatan berbasis kawasan akan lebih efektif dibandingkan produksi dalam skala desa yang terbatas.

“Jika satu desa saja yang menanam, volumenya belum tentu mampu memenuhi permintaan pasar ekspor. Namun apabila dilakukan secara terintegrasi dalam satu kecamatan atau kawasan, maka kapasitas produksinya akan jauh lebih besar dan berkelanjutan,” jelasnya.

Selain sereh wangi, sejumlah komoditas lain seperti jahe, bawang merah, kopi, kakao, serta produk hortikultura dan perkebunan lainnya juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi komoditas ekspor berbasis desa.

Sinergi Perguruan Tinggi dan Pemerintah untuk Desa Maju

Kolaborasi antara Kemendes PDT dan UIN SMH Banten diharapkan menjadi model sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam membangun desa berbasis potensi lokal. Melalui pendekatan ini, desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi pusat inovasi, kewirausahaan, dan penciptaan lapangan kerja.

Mendes Yandri menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen pendukung, mulai dari program pemberdayaan masyarakat, akses permodalan, pendampingan usaha, hingga jaringan pemasaran yang dapat dimanfaatkan oleh desa-desa produktif.

Ia berharap momentum kerja sama dengan perguruan tinggi dapat mempercepat lahirnya desa-desa unggulan yang mampu menghasilkan produk berkualitas dan berdaya saing global.

“Potensi desa sangat besar. Yang dibutuhkan sekarang adalah keseriusan, pendampingan yang tepat, dan kerja sama yang kuat. Jika semua pihak bergerak bersama, desa akan menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Mendes Yandri turut didampingi Sekretaris Jenderal Kemendes PDT Taufik Madjid, Direktur Jenderal Percepatan Ekonomi dan Investasi Desa Tabrani, Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Nugroho Setijo Nagoro, Kepala Badan Pengembangan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal Mulyadin Malik, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Agustomi Masik, serta Staf Khusus Menteri Muhammad Khoirul Huda dan Fahad At-Tamimi.

0/Post a Comment/Comments