Jakarta – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT) terus memperluas kolaborasi strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) desa. Salah satunya melalui rencana penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) dengan Universitas Siber Asia (UNSIA), perguruan tinggi berbasis pembelajaran daring yang memiliki jangkauan mahasiswa di seluruh Indonesia hingga luar negeri.
Kerja
sama tersebut dibahas dalam rapat yang difasilitasi oleh Biro Humas Kemendesa PDT sebagai tindak lanjut usulan dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (BPSDM). Fokus utama kerja sama diarahkan pada peningkatan akses
pendidikan tinggi bagi masyarakat desa, penguatan kapasitas aparatur desa,
serta pengembangan masyarakat berbasis teknologi digital.
Dalam
pemaparannya, UNSIA menyampaikan komitmennya untuk mendukung berbagai program
pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa melalui penyediaan pendidikan
tinggi berbasis daring, program beasiswa, penelitian, pengabdian kepada
masyarakat, hingga pengembangan konsep Smart Village yang sejalan dengan agenda
transformasi digital desa.
BPSDM menilai bahwa kerja sama tersebut memiliki nilai strategis dalam
memperluas akses pendidikan bagi masyarakat desa yang selama ini menghadapi
keterbatasan geografis maupun ekonomi. Dengan sistem pembelajaran yang
sepenuhnya dilakukan secara online, masyarakat desa dapat memperoleh kesempatan
belajar yang lebih fleksibel tanpa harus meninggalkan aktivitas produktif di
daerah masing-masing.
Selain
mendukung masyarakat desa secara umum, kerja sama ini juga diharapkan dapat
meningkatkan kapasitas aparatur desa, pendamping desa, dan kader pemberdayaan
masyarakat desa melalui berbagai program pelatihan, webinar, dan pendidikan
lanjutan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan desa saat ini.
Dalam
pembahasan substansi kerja sama, Biro Hukum, menekankan pentingnya
keselarasan ruang lingkup kerja sama dengan tugas dan fungsi kementerian. Ruang
lingkup yang telah disepakati meliputi pertukaran dan pemanfaatan data serta
informasi, pengembangan kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian
masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pembangunan dan
pemberdayaan masyarakat desa, serta berbagai bentuk kerja sama lain yang
disepakati sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
UNSIA
juga menawarkan sejumlah program unggulan yang dapat mendukung agenda
pembangunan desa, antara lain peningkatan kompetensi SDM masyarakat desa
melalui kuliah online, program beasiswa pendidikan, pengembangan Smart Village,
pelaksanaan penelitian dan pengabdian masyarakat, pelatihan dan webinar, serta
penguatan kapasitas pendamping desa dan kader pemberdayaan masyarakat desa.
Rencana
kerja sama ini mendapat sambutan positif dari seluruh peserta rapat karena
dinilai mampu menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat
peningkatan kualitas SDM desa. Di tengah tuntutan transformasi digital dan
pembangunan yang semakin kompleks, akses terhadap pendidikan tinggi dan
pengembangan kompetensi menjadi faktor kunci dalam mewujudkan desa yang maju,
mandiri, dan berdaya saing.
Penandatanganan
MoU antara Kemendesa PDT dan UNSIA dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni 2026 di
Kantor Kementerian Desa PDT. Setelah penandatanganan, kedua pihak akan
menindaklanjuti kerja sama tersebut melalui penyusunan Perjanjian Kerja Sama
(PKS) yang lebih teknis dan operasional, termasuk pengaturan program beasiswa
dan implementasi berbagai kegiatan pengembangan kapasitas masyarakat desa.
Kolaborasi
ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperluas akses pendidikan tinggi
berbasis digital bagi masyarakat desa sekaligus memperkuat fondasi pembangunan
desa yang berkelanjutan menuju Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045.
Penulis: Mustakim
