Jakarta – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah mematangkan Nota Kesepahaman (MoU) strategis yang akan menjadi landasan penguatan pembangunan desa dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di seluruh Indonesia.
Kerja
sama ini dinilai penting mengingat Indonesia memiliki 90% yang menjadi tempat tinggal mayoritas penduduk Indonesia. Berdasarkan
data administrasi pemerintahan terbaru, terdapat sekitar 75.266 desa
yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Melalui
kerja sama tersebut, Kemendesa PDT dan Kemenkes berupaya membangun ekosistem
pembangunan desa yang lebih terintegrasi melalui penguatan data, peningkatan
literasi kesehatan, percepatan penurunan stunting, serta penguatan layanan
kesehatan primer berbasis desa.
Mendorong Integrasi
Data Jadi Fondasi Kebijakan
Salah
satu fokus utama yang disepakati dalam pembahasan MoU adalah penguatan
mekanisme pertukaran dan pemanfaatan data antar kedua kementerian.
Data
yang akan diintegrasikan tidak hanya mencakup data kependudukan, tetapi juga
data desa, pendamping desa, Posyandu, fasilitas kesehatan desa, serta berbagai
informasi pendukung pembangunan dan kesehatan masyarakat.
Langkah
ini menjadi semakin penting karena kompleksitas tata kelola pembangunan desa
terus meningkat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indonesia
memiliki lebih dari 84 ribu wilayah administrasi setingkat desa dan
kelurahan, yang membutuhkan sistem data yang terintegrasi agar program
pemerintah dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Integrasi
data juga diharapkan mampu memperkuat perencanaan pembangunan berbasis bukti
(evidence-based policy), meningkatkan efisiensi program lintas sektor, serta
mempercepat penyelesaian berbagai persoalan kesehatan dan pembangunan desa.
Perkuat
Upaya Penurunan Stunting
Kolaborasi
Kemendesa PDT dan Kemenkes juga diarahkan untuk memperkuat agenda nasional
percepatan penurunan stunting yang masih menjadi salah satu prioritas
pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Selama
ini desa memiliki peran strategis dalam mendukung konvergensi layanan
pencegahan stunting melalui Posyandu, Rumah Desa Sehat, Kader Pembangunan
Manusia (KPM), serta pemanfaatan Dana Desa untuk kegiatan kesehatan dan gizi
masyarakat.
Dengan
dukungan data yang lebih terintegrasi, identifikasi keluarga berisiko stunting
dan pelaksanaan intervensi gizi di tingkat desa diharapkan dapat dilakukan
secara lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Mendorong
Transformasi Layanan Kesehatan Primer
Kerja
sama ini juga sejalan dengan agenda transformasi sistem kesehatan nasional yang
menempatkan pelayanan kesehatan primer sebagai ujung tombak peningkatan derajat
kesehatan masyarakat.
Desa
memiliki posisi strategis dalam mendukung transformasi tersebut melalui
penguatan Posyandu, kader kesehatan, edukasi masyarakat, serta pengembangan
berbagai inovasi pelayanan kesehatan berbasis komunitas.
Melalui
sinergi Kemendes PDT dan Kemenkes, akses masyarakat terhadap layanan kesehatan
dasar diharapkan semakin merata, terutama bagi masyarakat yang tinggal di desa,
kawasan perdesaan, dan daerah tertinggal.
Menuju
Indonesia Sehat Dimulai dari Desa
Dalam
pembahasan yang berlangsung secara daring, kedua kementerian telah menyepakati
judul Nota Kesepahaman yaitu "Penguatan Pembangunan dan Pemberdayaan
Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal dalam Rangka Mewujudkan Indonesia
Sehat."
MoU
tersebut direncanakan berlaku selama tiga tahun dan akan menjadi dasar
penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih teknis dan operasional.
Langkah
ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjadikan desa sebagai pusat
pembangunan sekaligus garda terdepan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Dengan 75.266 desa yang tersebar dari Sabang hingga Merauke,
keberhasilan pembangunan kesehatan nasional akan sangat ditentukan oleh
keberhasilan pembangunan kesehatan di tingkat desa.
Karena
itu, sinergi Kemendes PDT dan Kemenkes diharapkan tidak hanya memperkuat
koordinasi antar lembaga, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi
masyarakat melalui layanan kesehatan yang lebih berkualitas, pembangunan yang
lebih inklusif, dan terwujudnya Indonesia Sehat yang dimulai dari desa.
Penulis : Mustakim
