Jakarta, 17 Juni 2026 – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) resmi melepas peserta Jelajah Desa Nusantara (JDN) Nusa Tenggara Barat 2026 melalui acara Opening & Flag Off Ceremony yang digelar di Jakarta. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi desa Indonesia sekaligus memperkuat kolaborasi pembangunan desa berbasis ekonomi lokal, budaya, dan lingkungan.
Kegiatan yang diinisiasi Masaloka Creative Foundation tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria. Menurutnya, Jelajah Desa Nusantara bukan sekadar perjalanan lintas wilayah, melainkan sarana promosi, pembelajaran, dan penguatan jejaring yang mampu memperlihatkan wajah kemajuan desa Indonesia kepada masyarakat luas.
Desa Indonesia Terus Bergerak Maju
Pemerintah mencatat kemajuan signifikan dalam pembangunan desa selama satu dekade terakhir. Jumlah desa berstatus mandiri meningkat drastis dari hanya tiga desa pada tahun 2016 menjadi 498 desa pada tahun 2025. Pada saat yang sama, desa berstatus sangat tertinggal berhasil ditekan hingga nyaris tidak ada lagi dalam beberapa tahun terakhir.
Kemajuan tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan desa sebagai fondasi pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Kemendes PDT juga terus memperkuat pembangunan desa melalui berbagai program strategis, penguatan BUMDes, ketahanan pangan, desa wisata, hingga pengembangan desa ekspor.
Menurut Ahmad Riza Patria, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, pendamping desa, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat desa. Namun, tantangan pembangunan ke depan masih membutuhkan inovasi dan kolaborasi yang lebih luas agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.
NTB Jadi Etalase Potensi Desa Nusantara
Pemilihan Nusa Tenggara Barat sebagai lokasi Jelajah Desa Nusantara 2026 bukan tanpa alasan. Provinsi ini dikenal memiliki kekayaan alam, budaya, dan ekonomi desa yang sangat beragam. NTB juga menjadi salah satu daerah yang terus mendorong pengembangan desa wisata dan desa berbasis potensi lokal.
Data Kemendes PDT menunjukkan potensi wisata desa di NTB sangat besar. Sebanyak 600 desa memiliki potensi wisata pantai, 437 desa memiliki air terjun, 426 desa memiliki kawasan pegunungan, serta ratusan desa lainnya memiliki potensi hutan, sungai, danau, hingga pemandian air panas. Selain itu, lebih dari 500 desa memiliki potensi wisata budaya, sejarah, religi, dan tradisi lokal yang menjadi kekuatan utama pembangunan desa berbasis pariwisata.
Potensi tersebut diperkuat dengan berbagai kebijakan pemerintah yang mendorong pemetaan dan pengembangan desa tematik, desa wisata, serta desa ekspor sesuai karakteristik wilayah masing-masing.
Peserta JDN Diharapkan Menjadi Duta Desa Indonesia
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Desa dan PDT mengajak seluruh peserta Jelajah Desa Nusantara untuk menjadi duta promosi desa Indonesia. Melalui dokumentasi, publikasi, dan berbagai cerita inspiratif dari desa-desa yang dikunjungi, masyarakat diharapkan semakin mengenal potensi desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Program ini juga diharapkan mampu memperluas jejaring antar komunitas, pelaku usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat desa sehingga tercipta kolaborasi yang berkelanjutan dalam mendukung pembangunan desa.
Desa Menjadi Kunci Kemajuan Indonesia
Pemerintah menegaskan bahwa masa depan pembangunan Indonesia sangat ditentukan oleh kemajuan desa. Karena itu, pembangunan desa tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat, pelestarian budaya, pengembangan sumber daya manusia, serta keberlanjutan lingkungan.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, Jelajah Desa Nusantara 2026 diharapkan menjadi momentum memperkenalkan keberhasilan pembangunan desa Indonesia sekaligus menginspirasi lahirnya lebih banyak desa maju, mandiri, dan berdaya saing.
"Bangun Desa, Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia."
